Arsip Blog

8 Juni 2014



dia hanya seonggok sapu lidi
yang tak pernah berfikir akan dirinya, bahkan puji

harmonisasi disekelilingnya, adalah yang menjadi dambaannya
yaitu saat dimana ia bisa melepaskan penat 

memotretnya dengan indah
juga satu keinginan kecilku, untuk melihatnya seakan pernah bersolek
dan itupun cukup meriangkan hatiku

indahmu adalah fatamorgana
dari sebuah kepedihan rasa


foto r ekotjahjono
lensa tua pemberian seorang sahabat