Arsip Blog

13 Juni 2014


p u l a u   r a m b u t
diseparuh perjalanan


Daratan seluas 45 hektar dengan lebih dari 70 % berupa tutupan hutan mangrove, menyimpan beragam potensi unik bagi keberlangsungan ekosistem lahan basah (wetland), di wilayah Teluk Jakarta – Kabupaten Kepulauan Seribu.  Hingga pada akhirnya ia dikukuhkan sebagai kawasan konservasi ( suaka margasatwa) bagi burung-burung migran (merandai).

Buku setebal 121 halaman ini, dibuat dalam format photobook dengan konsep art photography, yang diharapkan akan mampu menjadi daya tarik bagi siapapun yang menikmatinya.  Kandungan isinya menceritakan sebuah perjalanan dari pelabuhan pesisir jakarta, bermalam di pulau rambut dan kembali kejakarta.


Pada bagian muka, bercerita tentang eksotisme perjalanan melintasi laut dangkal teluk jakarta dan pulau-pulau kecil yang dilaluinya hingga sampai pada sebuah pendaratan di Pulau Rambut.



Bagian selanjutnya bercerita tentang ekosistem mangrove dengan keunikannya, keragaman satwa yang hidup di sekitar sistem perakaran mangrove, yang disajikan dam konsep fotografi lansekap dan fotografi makro.
Disamping itu juga ada beberapa foto yang mengetengahkan keindahan nuansa senja pulau rambut.





Bagian utama ( ± 65 % isi buku ) bercerita tentang kenakaragaman burung-burung air yang terdapat di Pulau Rambut, yang ditemui selama semalam di pulau itu.  Deskripsi pendukung disajikan dengan begitu sederhana, namun cukup memberikan informasi yang berarti.



Hingga pada bagian akhir buku diceritakan tentang berbagai upaya kegiatan konservasi dan sedikit gambaran mengenai lingkungan pesisir jakarta sebagai informasi pembandingnya.





photobook karya r ekotjahjono
pulau rambut Indonesia