Arsip Blog

14 November 2014

TIDAK HARUS MELULU CERITA TEMPUR


Prajurit TNI, apapun dan dimanapun markasnya, mereka adalah simbol kedigdayaan bangsa ini.  Semakin kita mampu memotret segala sepak terjangnya yang menyiratkan sebuah ketangguhan, sesungguhnya tanpa kita sadari, kita sedang ingin menyampaikan cerita tentang kebanggan menjadi warga sebuah negara yang tidak mlempem.

Frame berfikir seperti di atas semestinya sah sah saja, namun batasan itu seringkali membelenggu kreatifitas fotografer dalam berburu foto di lapangan.terutama ketika tidak semua atraksi ketangguhan militer dapat disajikan secara keseluruhan dalam sebuah momen.  

Ada beberapa trik yang saya lakukan saat berburu foto di kandang Prajurit TNI, salah satunya adalah dengan membuang batasan-batasan diatas , dan berfikir bahwa seluruh ornamen  yang berkenaan dengan keprajuritan adalah simbol sebuah ketangguhan, termasuk dari sudut pandang humanisme.


Frame photo seperti di atas, terlihat sungguh lengkap, di potret dengan Infra Merah, low angle pada komposisi yang menyiratkan ada basecamp pertahanan ( disimbolkan dengan menara), dan regu pasukan yang siap bertempur (lokasi : lapangan keprajuritan Batalyon Infanteri 203).





Masih dengan cerita serupa, kesigapan tempur prajurit yang di eksekusi lebih close-up. mengemban tujuannya yang  sama dalam  menyajikan foto cerita tangguh prajurit TNI (lokasi : markas Batalyon 203)


Memasukkan unsur lain sebagai background (seperti monas) maupun bagian komposisi lainnya, menjadi sebuah unsur penting , ketika kita ingin bercerita tentang sepak terjang Pasukan TNI yang bermarkas di sekitar wilayah perkotaan, dengan tugas utama pengamanan wilayah ibukota ( lokasi : Pengamanan Ring Istana Negara pada Momen Sidang Umum MPR ).





Segala trik pemotretan tidak lupa saya aplikasikan dalam menangkap momen cerita. sudut tembak untuk menciptakan sillhouette, seringkali mampu menyajikan cerita menarik.










Kekompakan gerak, seragam tempur, sepatu tempur juga senjata yang di eksekusi dengan mempertimbangkan komposisi yang tepat, dapat menjadi pilihan untuk sekedar melengkapi cerita tentang ketangguhan dan kesiagaan prajurit.








Candid dan  closeup, pada saatnya akan mampu menciptakan citarasa dengan sentuhan lebih humanisme pada essay photo yang akan disajikan dalam rangkaian cerita bergambar tentang photo kedigdayaan Tentara Nasional Indonesia 

Dari rangkaian acara yang digelar dalam TEMPO dan MOMEN yang sangat terbatas, tentunya bukan menjadi penghalang bagi fotografer untuk menyajikan sebuah karya foto lengkap (photobook) yang mampu bercerita tentang  kedigdayaan prajurit Indonesia namun menyentuh.

(photobook berisi foto-foto karya r ekotjahjono)