Arsip Blog

11 Juni 2014

IMAJINASI LIAR


benda-benda mikroskopis yang direkam lewat media fotografi, adalah 
media yang cukup efektif untuk membangun imajinasi.  
Perekaan terhadap makna cerita, bisa menjadi  
sangat subyektif, tergantung iimajinasi sang fotografer.





judul yang diterakan pada sebuah foto, adalah 
representasi imajinasi alam pikiran 
kekuatan yang dibangun antara judul foto dan karya foto, seringkali akan mampu membatasi imajinasi yang berbeda , 
bagi para penikmatnya.
Dalam hal ini, foto telah menjalankan fungsinya sebagai 
media profokasi yang efektif





foto karya r ekotjahjono

10 Juni 2014



konon,
dahulu kala, ketika bel itu dikenakan pada berbagai jenis kendaraan,
dia membawa misi yang sangat mulia, yaitu
untuk bertegur sapa 

letaknya yang berdekatan dengan jangkauan tangan,
menjadi sebuah kemudahan untuk memulai bertegur sapa
suaranya yang lembut .... kring ...adalah bentuk sapa yang begitu ramah
tapi, itu adalah "konon dahulu kala"

sekarang,
bel tetap dipertahankan sebagai ornamen kelengkapan dalam berbagai kendaraan
walaupun
dia tidak lagi suka menyapa
tapi 
lebih sering ia menghardik dan memaki


foto r ekotjahjono
( keluh sahabat, ditengah ramai lalulalang yogyakarta, teguh santoso )



saat ketika janin terburai dari cangkangnya
maka pacu denyut hidup dimulai sejak saat itu,
mendesak energi hidup semakin membuncah,
hingga pada sebuah titik,
dewasa

sampailah pada sebuah fase,
dimana rasa sakit akan menghujam,
menyayat juga keluh kesah
disaat jiwa dipaksa untuk memberi dan menauingi

keikhlasan,
adalah sebuah bentuk ketaatan pada Sang Suci,
tak ada lagi jeritan namun kepasrahan,

hingga pada saatnya,
kepasrahan itu akan membuahkan sekumpulan tetes cinta
yang bisa dirasakan

adalah serangkaian empat fase , yang dipersembahkan oleh sebatang pohon karet (hevea)
untuk hidup yang menghidupi

foto r ekotjahjono
bogor - indonesia

9 Juni 2014

TEPIAN MAHAKAM DI PERJALANAN MALAM


menyusur tepian sungai mahakam jelang pergantian hari, 
membiarkan rona langit jingga berganti, 
membiarkan saputan biru langit memudar,
membiarkan malam bercerita tentang gelapnya malam














foto karya r ekotjahjono
samarinda - indonesia

N Y A

adalah buku yang pernah saya buat pertama kali dalam format art photo book. isinya begitu sederhana, berupa karya fotografi tentang arsitektur bangunan Islam termegah di Kota Samarinda - Kalimantan Timur ; Islamic Center.

N Y A diambil dari sebuah kata akhiran yang bermakna empunya. penulisan dengan huruf besar dan terpisah adalah sebuah bentuk penegasan bahwa milik Allah swt lah sang empunya itu.


N Y A DALAM GURATAN ARSITEKTUR berusaha menangkap secara detil berbagai sudut dan ornamen bangunan lewat pandangan mata awam. foto-foto dibawah ini adalah bagian kecil dari karya itu.



sesaat setelah menyeberangi jembatan sungai Mahakam. aroma kemegahan itu menampakkan dirinya, memberikan keharmonisan nuansa ketika berpadu dengan lansekap tepian sungai Mahakam dengan keramaian pusat kota Samarinda di kejauhan.


dari sisi kiri bangunan Islamic Center yang menghadap kearah matahari tenggelam, adalah sudut terindah yang bisa saya tangkap.  nyala lampu senja hari yang terpendar dari genangan sungai mahakam adalah eksotis.



lebih mendekati sisi depan bangunan utama, kemegahan maha karya arsitektur Timur Tengah semakin ditampakkan. pendetilan-pendetilan ornamen dibuat dengan sangat indah.  Dalam bagian lain di buku ini, menguraikan secara detil berbagai motif kaligrafi seni yang tersebar pada seluruh bagian bangunan mulai pada bagian atap, dinding, ornamen, hingga lantai.




tak kalah menawan adalah pada sisi ruang peribadatan.  Paduan kubah raksasa, serta kemewahan yang dihadirkan oleh paduan warna batu alam, memberikan kesan kuat tentang sebuah penghargaan akan ketaatan jiwa.




dalam kurun waktu tiga hari, seluruh eksplorasi fotografi terselesaikan. hanya karya foto seni yang aku dapatkan.  Dan itu belumlah mampu menyentuh keseluruhan pemaknaan dari masing-masing guratan maha karya arsitektur Islamic Center, yang didesain sebagai persembahan untuk sang pemilik. N Y A



foto-foto r ekotjahjono
samarinda - Indonesia

8 Juni 2014





GS photography community

GS adalah singkatan dari kata Gembira Selalu
nama itu dimuntahkan dari isi perut seorang sahabat , sam saptono / samer
ntah kenapa kata gembira selalu harus disingkat 
ntah kenapa juga nama gerombolan itu harus memilih menggunakan bahasa Inggris

Gembira Selalu
nama itu cukup aneh untuk dapat dicerna oleh indra pendengaran
seperti hambar dan anyep.
aku pernah yakin bahwa suatu saat nama itu mungkin bisa berubah
tapi, ternyata aku salah

lambat laun aku temukan jawabannya.
andaikan Gembira Selalu adalah nama makanan, maka
ia bukanlah jenis makanan yang boleh langsung dicerna perut
ia butuh diamati, dibaui, juga cicip
karna sesungguhnya kemudian, citarasa itu akan timbul dengan tak terendali
dan jauh dari rasa hambar dan anyep

fotografi adalah kesenangan
dan GS adalah candu , disaat otakku semakin mampu mencerna,
karna pada saatnya , yang tercipta adalah persekutuan hati
untuk menciptakan karya


foto r ekotjahjono
pulau rambut - Indonesia


dia hanya seonggok sapu lidi
yang tak pernah berfikir akan dirinya, bahkan puji

harmonisasi disekelilingnya, adalah yang menjadi dambaannya
yaitu saat dimana ia bisa melepaskan penat 

memotretnya dengan indah
juga satu keinginan kecilku, untuk melihatnya seakan pernah bersolek
dan itupun cukup meriangkan hatiku

indahmu adalah fatamorgana
dari sebuah kepedihan rasa


foto r ekotjahjono
lensa tua pemberian seorang sahabat



hangat itu hadir ketika aku berdiri sama tinggi
merasuk ke aliran darah tanpa terhalang bayangan

pergilah saat mulai meninggi
karna ia akan menyisakan bara menyengat


foto r ekotjahjono
sisi selatan pangrango - Indonesia


rimba raya adalah cakrawala
kabut pagi adalah warna
dan matahari adalah hentakan


foto r ekotjahjono
kaki kaki gunung walat - Indonesia